Liburan menggunakan pesawat kelas ekonomi apakah nyaman bagi ibu menyusui. Disini saya akan berbagi sedikit pengalaman ketika membawa bayi menggunakan pesawat kelas ekonomi ketika bepergian menuju luar kota.
Akhir tahun biasanya diisi dengan liburan bersama keluarga. Bagi keluarga muda biasanya liburan akan sulit terkondisikan karena anak ada yang masih sekolah, bahkan ada yang mempunyai bayi dan balita.
Termasuk saya, mempunyai dua anak dan satu bayi, yang mengurus anak sendiri tanpa bantuan babysitter mempunyai kerepotan tersendiri jika harus pergi terlalu jauh apalagi harus naik pesawat.
Namun sampai kapan juga waktu hanya digunakan untuk selalu melakukan rutinitas monoton tanpa ada kegiatan yang berbeda, maka sayapun tidak takut untuk mencoba.
Akhirnya minggu kemarin saat ada kesempatan saya mencoba memberanikan diri untuk jalan jalan ke Kota Bali, dengan membawa bayi dan dua anak saya yang masih sekolah.
Saya mempunyai tips dan trik tersendiri untuk mengatasi masalah saya saat harus membawa bayi usia lima bulan naik pesawat.
Disini saya akan berbagi sedikit tips dan triknya, mungkin bisa juga dicoba bagi siapa saja yang ingin membawa bayi jalan jalan keluar kota menggunakan pesawat kelas ekonomi. Selain banyak berdoa kita juga perlu ikhtiar dan persiapkan diri dengan baik agar perjalanan yang kita lalui bisa sesuai harapan.
Pertama pastikan kondisi badan ibu dan bayi saat melakukan perjalanan itu dalam keadaan sehat. Baik dari fisik dan mental, terutama bayi karena nanti akan ada surat penyataan sehat yang harus diisi, ketika sudah memasuki bandara. Jadi jika masih sakit mungkin perlu dipikirkan lagi demi kebaikan bersama agar terhindar dari resiko resiko yang tidak diharapkan.
Kedua siapkan energi yang banyak untuk menggendong bayi karena akan berjalan kaki menuju pesawat, untuk ibu menyusui butuh banyak makan juga demi mengisi energi, serta jangan lupa menggunakan sepatu plat dan nyaman agar terhindar dari resiko terjatuh, keseleo, lecet.
Ketiga pakai jasa wraping dibandara, terutama untuk melindungi stroller dari berbagai guncangan, apalagi ada bahan kain juga, jika sudah diwraping akan menambah higienitas stroller itu sendiri, agar tidak repot membersihkan jika sudah sampai di kota tujuan. Selain itu meminimalisir resiko kerusakan pasa stroller agar tidak mudah terbuka saat tumpang tindih dengan barang lain.
Keempat bawalah barang bawaan secukupnya agar tidak repot saat pemeriksaan di Bandara. Jika punya anak TK maka utamakan kebutuhan anak agar tidak rewel saat dipesawat. Selain itu jika masih ada bayi minum asi maka gunakan pakaian simple yang bisa mempermudah ibu untuk menyusui.
baca juga : belajar batik
Serta bawa juga keperluan bayi seperti untuk penggantian popok, maka perlu disiapkan popok baru, baju ganti, tisu basah, plastik sampah, penutup telinga bayi, penutup ibu menyusui dalam kondisi darurat serta mainan untuk menghibur bayi secukupnya saja.
Kelima jangan lupa untuk ke kamar kecil, untuk gantian ketika menggendong bisa minta tolong suami atau orang terdekat yang dikenal disekitar kita. Selain itu bisa pergi ke ruang menyusui jika masih menunggu pesawat. Pastikan bayi dalam kondisi kenyang, agar tidak mudah rewel saat naik pesawat nanti.
Nah ibu bisa menggunakan waktu menunggu pesawat untuk membuang hajat, demi menghindari sakit pada perut, dan tidak dadakan. Setelahnya bisa menyusui. Agar bayi tetap dalam keadaan nyaman penting juga menggunakan gendongan yang sesuai, misalnya jika bayi belum bisa duduk pilih gendongan selempang, tapi jika sudah bisa duduk dan aktif bayinya mungkin bisa pilih gendongan duduk.
Keenam pilih tempat duduk yang nyaman misal bisa di dekat jendela, bisa saling tukar tempat duduk dengan suami atau anak agar ibu bisa menyusui dengan nyaman tanpa risih dengan gangguan lalu lalang orang yang lewat, selain itu pastikan sabuk pengaman terpasang dengan baik, siapkan pelampung ditempat terdekat dan baca petunjuk pemakaian agar tidak mudah panik ketika terjadi sesuatu.
Hanya itu tips dan trik yang saya lakukan, dan alhamdulillah setelah saya praktekan selama perjalanan bayi sayapun tidak rewel selama perjalanan dan perjalanan bisa dilalui dengan sempurna tanpa kekurangan sesuatu apapun.


Comments
Post a Comment